Sekilas Informasi Dunia Qu
Senin, 11 Maret 2013
4 sehat 5 sempurna
Menurut penelitian terbaru dalam jurnal Nature Immunology, sayuran dan buah-buahan adalah makanan terbaik bagi pencernaan. Selain itu, ada berbagai makanan lain yang baik dan juga buruk untuk pencernaan yang perlu Anda ketahui. Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Huffington Post berikut ini.
Buah dan sayur
Kedua makanan tersebut bagi pencernaan karena mengandung serat tinggi. Serat sendiri merupakan salah satu nutrisi yang berkhasiat untuk melancarkan buang air besar.
Gandum utuh
Beberapa jenis makanan yang terbuat dari gandum utuh adalah brown rice dan tepung gandum. Sama seperti buah dan sayur, gandum utuh kaya akan serat dan baik bagi pencernaan.
Pisang
Salah satu buah yang memiliki manfaat kesehatan spesifik bagi pencernaan adalah pisang. Buah yang satu ini aman di lambung dan cocok dikonsumsi ketika Anda mengalami muntah dan diare.
Air putih
Air putih memang sebenarnya bukan termasuk makanan, namun minuman ini juga baik bagi pencernaan. Sebab air membantu usus mendorong makanan untuk diproses dalam sistem pencernaan.
Jahe
Rempah seperti jahe, kunyit, dan peppermint adalah solusi alami untuk mengatasi masalah perut. Cobalah menikmati teh jahe atau peppermint untuk membuat perut terasa lebih nyaman.
Yogurt
Yogurt dan makanan kaya probiotik lainnya juga baik bagi sistem pencernaan. Di dalamnya mengandung bakteri baik yang membunuh bakteri jahat di dalam usus.
Asparagus
Berikutnya ada asparagus, makanan yang mengandung prebiotik. Prebiotik mengandung serat yang dibutuhkan oleh probiotik agar jumlahnya bisa berlipat ganda. Jadi jangan ragu makan asparagus, bawang bombai, dan kacang-kacangan yang juga kaya probiotik demi menjaga kesehatan pencernaan.
Makanan pedas
Sekarang beralih pada makanan yang terburuk untuk pencernaan. Pertama, ada makanan pedas karena sifatnya yang bisa memicu refluksi asam lambung bagi beberapa orang.
Kafein
Sama seperti makanan pedas, kafein juga memicu refluksi asam lambung sehingga membuat makanan terancam naik kembali ke kerongkongan. Jadi minuman berkafein seperti kopi termasuk dalam konsumsi yang buruk bagi pencernaan.
Soda
Soda atau minuman yang asam lain pun memiliki sifat seperti makanan pedas dan soda. Jangan meminumnya jika tidak ingin mengalami masalah dalam sistem pencernaan.
Lemak jenuh
Beberapa makanan berlemak jenuh bukan cuma membuat gemuk, tetapi juga buruk bagi pencernaan. Sebab makanan berlemak jenuh meningkatkan risiko diare karena tubuh kesulitan dalam menyerap lemak.
Alkohol
Alkohol termasuk dalam makanan berikutnya yang buruk bagi pencernaan. Sifatnya adalah memicu refluksi asam lambung dan inflamasi dalam lambung.
Susu
Terakhir, ada susu yang membuat perut kembung. Terutama bagi orang-orang yang memiliki intoleransi laktosa. Susu yang dimaksud di sini pun adalah yang berasal dari sapi.
Itulah berbagai makanan sekaligus makanan terbaik dan terburuk untuk pencernaan.
Pentingnya Kesehatan
>> Waawwww, Mempunyai Banyak Teman Ternyata Menyehatkan lhooo <<
Manusia memang mempunyai kodrat sebagai makhluk sosial dimana ia tidak bisa melakukan segala sesuatu sendiri dan pasti membutuhkan orang lain. Dari mulai kita lahir di dunia, manusia sudah membutuhkan orang lain untuk membantu kita, mulai dari Ibu yang membantu kita untuk tumbuh besar hingga teman-teman yang dekat dengan kita.
Dalam hubungan pertemanan, biasanya kita akan melewati banyak hal bersama mulai dari buruk dan baik. Namun, tahukah Anda bahwa jika Anda mempunyai teman baik, Anda akan mempunyai peluang hidup lebih lama ketimbang mereka yang memutuskan untuk berjalan sendiri? Ya, seperti yang dinyatakan oleh sebuah studi di Australia, memiliki teman baik bisa membuat kita hidup lebih lama. Menarik, ya, Ladies?
Studi ini dipimpin oleh Pusat Pembelajaran Faktor Usia di Universitas Flinder, pembelajaran ini diikuti oleh hampir 1500 orang selama 10 tahun. Melalui studi ini, ditemukan bahwa 22% dari mereka yang memiliki banyak teman baik hidup lebih lama dari yang hanya memiliki sedikit teman baik. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Ketika kita mempunyai teman baik, kita akan cenderung mengurangi kebiasaan hidup tidak sehat seperti merokok atau yang lainnya.
Ditambahkan oleh David Spiegel yang merupakan seorang psikiater di Universitas Standfors, mengatakan bahwa seorang wanit dengan kanker payudara dapat bertahan hidup dua kali lebih lama jika mereka berpatisipasi dalam sebuah komunitas atau kelompok. Mereka juga tidak akan merasakan sakit. Pernyataan ini juga didukung oleh Sheldon COhen, PhD, seorang Profesor bidan psikologi di Universitas Carnegie Mellon, Pittsburgh yang menyatakan bahwa dengan adanya dukungan sosial yang kuat dpat membantu orag dalam mengatasi stres yang memicu kanker semakin meluas.
Memiliki banyak teman baik mampu membantu mepertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh kita. Tentu, dengan berinteraksi dengan banyak orang, kita akan semakin sehat karena hal ini meminimalisir masalah kardiovaskular, kekebalan tubuh dan menurunkan kadar stres. Hal-hal inilah yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Karenanya, mempunyai teman baik sangatlah bagus untuk kesehatan kita.
Manusia memang terlahir sebagai makhluk sosial, Ladies, jadi sangatlah wajar jika seseorang yang memiliki hubungan sosial yang baik akan mempunyai kesehatan yang baik pula. Jadi, yuk kita jaga kesehatan dengan berteman dengan teman-teman yang baik, Ladies?
Manusia memang mempunyai kodrat sebagai makhluk sosial dimana ia tidak bisa melakukan segala sesuatu sendiri dan pasti membutuhkan orang lain. Dari mulai kita lahir di dunia, manusia sudah membutuhkan orang lain untuk membantu kita, mulai dari Ibu yang membantu kita untuk tumbuh besar hingga teman-teman yang dekat dengan kita.
Dalam hubungan pertemanan, biasanya kita akan melewati banyak hal bersama mulai dari buruk dan baik. Namun, tahukah Anda bahwa jika Anda mempunyai teman baik, Anda akan mempunyai peluang hidup lebih lama ketimbang mereka yang memutuskan untuk berjalan sendiri? Ya, seperti yang dinyatakan oleh sebuah studi di Australia, memiliki teman baik bisa membuat kita hidup lebih lama. Menarik, ya, Ladies?
Studi ini dipimpin oleh Pusat Pembelajaran Faktor Usia di Universitas Flinder, pembelajaran ini diikuti oleh hampir 1500 orang selama 10 tahun. Melalui studi ini, ditemukan bahwa 22% dari mereka yang memiliki banyak teman baik hidup lebih lama dari yang hanya memiliki sedikit teman baik. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Ketika kita mempunyai teman baik, kita akan cenderung mengurangi kebiasaan hidup tidak sehat seperti merokok atau yang lainnya.
Ditambahkan oleh David Spiegel yang merupakan seorang psikiater di Universitas Standfors, mengatakan bahwa seorang wanit dengan kanker payudara dapat bertahan hidup dua kali lebih lama jika mereka berpatisipasi dalam sebuah komunitas atau kelompok. Mereka juga tidak akan merasakan sakit. Pernyataan ini juga didukung oleh Sheldon COhen, PhD, seorang Profesor bidan psikologi di Universitas Carnegie Mellon, Pittsburgh yang menyatakan bahwa dengan adanya dukungan sosial yang kuat dpat membantu orag dalam mengatasi stres yang memicu kanker semakin meluas.
Memiliki banyak teman baik mampu membantu mepertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh kita. Tentu, dengan berinteraksi dengan banyak orang, kita akan semakin sehat karena hal ini meminimalisir masalah kardiovaskular, kekebalan tubuh dan menurunkan kadar stres. Hal-hal inilah yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Karenanya, mempunyai teman baik sangatlah bagus untuk kesehatan kita.
Manusia memang terlahir sebagai makhluk sosial, Ladies, jadi sangatlah wajar jika seseorang yang memiliki hubungan sosial yang baik akan mempunyai kesehatan yang baik pula. Jadi, yuk kita jaga kesehatan dengan berteman dengan teman-teman yang baik, Ladies?
Pekanbaru Bisa Jadi Pusat Medis Berkelas
Banyaknya pasien dari Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya berobat ke
luar negeri memang jadi pertanyaan. Padahal sejumlah rumah sakit modern
tumbuh di kota ini.
Apa yang jadi penyebabnya? Berikut petikan wawancara Riau Pos dengan Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr Khairul Nasir SpoG yang baru terpilih akhir Desember lalu.
Mengapa pasien kita banyak berobat ke luar negeri khususnya ke negeri jiran?
Pertama, mereka gencar promosi di sini dan kita welcome saja. Sedangkan jika kita promosi di sana tidak mudah karena regulasi mereka membatasi kita.
Kedua, pemerintah mereka mendukung penuh bisnis kesehatan. Ketiga, budaya melayani sudah tumbuh dengan baik di semua lini sehingga pasien merasa nyaman. Begitu pasien datang dijemput ke pelabuhan atau ke airport dilayani, cari penginapan diurus dengan cepat, sehingga pasien nyaman. Padahal obatnya sama juga dengan kita di sini.
Apa pemerintah kita tidak mendukung bisnis kesehatan?
Pemerintah kita tetap mendukung juga. Cuma bedanya dengan Malaysia di sana bila mereka impor alat-alat kesehatan canggih dari Jepang, Jerman, USA tidak dikenakan pajak sehingga cost-nya lebih rendah.
Di kita mengimpor alat kesehatan itu sama pajaknya dengan mengimpor mobil mewah built up yang pajaknya miliaran rupiah. Otomatis cost kesehatan kita jadi mahal karena alat yang dibeli itu juga mahal. Ke depan kita berharap pajak impor alat kesehatan ini dinolkan saja agar RS kita dapat terus tumbuh dan berkembang.
Dengan kondisi ini apa RS kita dapat maju dan bersaing dengan RS luar?
O..tentu. Kita optimis. Pekanbaru bisa jadi pusat medis berkelas seperti layaknya di luar negeri sana. Karena bagaimanapun sumber daya manusia (dokter-dokter) kita berkualitas. Kalau soal kemampuan silakan diadu dengan dokter luar, kita tidak ragu.
Sewaktu saya mengikuti pendidikan kedokteran, banyak saya temukan fakta mahasiwa kedokteran kita lebih cerdas-cerdas dari mereka kok.
Bahkan sejumlah kasus yang tak tertangani di RS luar itu berhasil kita selesaikan di sini. Yang perlu kita benahi ke depan adalah sisi marketing (strategi pemasaran), packaging (kemasan) dan service (pelayanan).
Tapi RS kita kesannya ekslusif dan mahal?
Selama ini ya. Namun itu yang coba kita hapus lewat tindakan nyata. Di tempat saya RS Syafira silakan cek. Konsepnya pelayanan kesehatan dengan kenyamanan dengan harga terjangkau. Banyak pasien umum datang ke kami karena itu tadi, harga terjangkau.
Konsep RS Syafira adalah apa yang diperlukan masyarakat bukan apa yang diperlukan oleh pemilik. Keperluan masyarakat itu sederahana saja, ingin sehat dan nyaman.
Pelayanan bagaimana enak dia di sini apa yang diperlukannya ada. Perawatnya senyum ramah, tulus, senang menyapa pasien. Pasien merasa dihargai. Itu yang penting.
Apa visi Anda setelah terpilih jadi Ketua POGI Pekanbaru?
Menjadi ketua perhimpunan dokter ahli kandungan ini adalah amanah dari rekan-rekan. Kita akan berupaya memfasilitasi dokter-dokter kita untuk terus meningkatkan jenjang pendidikannya ke depan.
Visi Anda selaku pemilik RS Syafira?
Visi ke depan, pelayanan satu pintu. Kita sudah membebaskan lahan di sekitar sini dan membangun gedung sembilan lantai. Kita akan terus tambah peralatan baru dan canggih yang berguna bagi peningkatan pengetahuan dan kemampuan tim dokter serta kesembuhan pasien.
Jadi untuk mencari pelayanan berkualitas tidak harus jauh-jauh ke luar negeri sana. Di sini di negeri kita ada, lengkap, ramah dan harga terjangkau.***
Apa yang jadi penyebabnya? Berikut petikan wawancara Riau Pos dengan Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr Khairul Nasir SpoG yang baru terpilih akhir Desember lalu.
Mengapa pasien kita banyak berobat ke luar negeri khususnya ke negeri jiran?
Pertama, mereka gencar promosi di sini dan kita welcome saja. Sedangkan jika kita promosi di sana tidak mudah karena regulasi mereka membatasi kita.
Kedua, pemerintah mereka mendukung penuh bisnis kesehatan. Ketiga, budaya melayani sudah tumbuh dengan baik di semua lini sehingga pasien merasa nyaman. Begitu pasien datang dijemput ke pelabuhan atau ke airport dilayani, cari penginapan diurus dengan cepat, sehingga pasien nyaman. Padahal obatnya sama juga dengan kita di sini.
Apa pemerintah kita tidak mendukung bisnis kesehatan?
Pemerintah kita tetap mendukung juga. Cuma bedanya dengan Malaysia di sana bila mereka impor alat-alat kesehatan canggih dari Jepang, Jerman, USA tidak dikenakan pajak sehingga cost-nya lebih rendah.
Di kita mengimpor alat kesehatan itu sama pajaknya dengan mengimpor mobil mewah built up yang pajaknya miliaran rupiah. Otomatis cost kesehatan kita jadi mahal karena alat yang dibeli itu juga mahal. Ke depan kita berharap pajak impor alat kesehatan ini dinolkan saja agar RS kita dapat terus tumbuh dan berkembang.
Dengan kondisi ini apa RS kita dapat maju dan bersaing dengan RS luar?
O..tentu. Kita optimis. Pekanbaru bisa jadi pusat medis berkelas seperti layaknya di luar negeri sana. Karena bagaimanapun sumber daya manusia (dokter-dokter) kita berkualitas. Kalau soal kemampuan silakan diadu dengan dokter luar, kita tidak ragu.
Sewaktu saya mengikuti pendidikan kedokteran, banyak saya temukan fakta mahasiwa kedokteran kita lebih cerdas-cerdas dari mereka kok.
Bahkan sejumlah kasus yang tak tertangani di RS luar itu berhasil kita selesaikan di sini. Yang perlu kita benahi ke depan adalah sisi marketing (strategi pemasaran), packaging (kemasan) dan service (pelayanan).
Tapi RS kita kesannya ekslusif dan mahal?
Selama ini ya. Namun itu yang coba kita hapus lewat tindakan nyata. Di tempat saya RS Syafira silakan cek. Konsepnya pelayanan kesehatan dengan kenyamanan dengan harga terjangkau. Banyak pasien umum datang ke kami karena itu tadi, harga terjangkau.
Konsep RS Syafira adalah apa yang diperlukan masyarakat bukan apa yang diperlukan oleh pemilik. Keperluan masyarakat itu sederahana saja, ingin sehat dan nyaman.
Pelayanan bagaimana enak dia di sini apa yang diperlukannya ada. Perawatnya senyum ramah, tulus, senang menyapa pasien. Pasien merasa dihargai. Itu yang penting.
Apa visi Anda setelah terpilih jadi Ketua POGI Pekanbaru?
Menjadi ketua perhimpunan dokter ahli kandungan ini adalah amanah dari rekan-rekan. Kita akan berupaya memfasilitasi dokter-dokter kita untuk terus meningkatkan jenjang pendidikannya ke depan.
Visi Anda selaku pemilik RS Syafira?
Visi ke depan, pelayanan satu pintu. Kita sudah membebaskan lahan di sekitar sini dan membangun gedung sembilan lantai. Kita akan terus tambah peralatan baru dan canggih yang berguna bagi peningkatan pengetahuan dan kemampuan tim dokter serta kesembuhan pasien.
Jadi untuk mencari pelayanan berkualitas tidak harus jauh-jauh ke luar negeri sana. Di sini di negeri kita ada, lengkap, ramah dan harga terjangkau.***
Perhatikan Sanitasi Lingkungan & Perilaku Hidup Sehat
Menjaga sanitasi lingkungan dan berperilaku hidup sehat itu sangat
penting, terutama ketika perubahan iklim global terjadi seperti saat
ini. Bila tidak dicegah sejak dini, bisa picu penyakit Infeksi Saluran
Pernapasan Atas (ISPA) meningkat.
Penyakit pernapasan ini bisa menimpa siapapun. Faktor polusi udara dalam ruangan, polusi luar ruangan, peningkatan suhu bumi dan kelembaban menjadi pemicu penyakit tersebut. Penyakit ini ditandai dengan batuk-batuk, kesulitan bernapas yang berujung pada kematian.
Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) H M Subuh mengatakan, perubahan iklim saat ini perlu diwaspadai. Pencegahan harus dilakukan karena sangat rentan terkena penyakit pernapasan. Penyakit ini pun bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan terjadi pada bagian alveoli, yang mengakibatkan panas tinggi, batuk-batuk dan sulit bernapas.
“Jika sudah masuk ke bawah paru-paru (pneumonia), penyakit ini sulit ditangani. Gejala sesak dan susah napas, demam tinggi, dan kejang salah satu gejala terkena ISPA,” jelas Subuh dalam acara temu media mengenai Perubahan Iklim di Gedung Kemenkes, .
Menurut Subuh, penyakit ini akan terus menjadi trend sampai 30 tahun ke depan. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007-2011, sekitar 18 juta penduduk dilaporkan memiliki prevalensi penyakit ini. ”Penyakit ini akan cenderung meningkat saat pancaroba datang,” katanya.
Dia menjelaskan, penyakit ISPA dibedakan menjadi dua. Yaitu, common cold (pemicunya adalah virus rhinovirus, respiratory syncytial virus, adenovirus dan influenza yang dipicu oleh virus dengan berbagai tipe.
“Virus penyebab ISPA sangat menular. Jangan sampai diabaikan. Masyarakat perlu melakukan perilaku hidup sehat sejak dini dengan menjaga lingkungan, menjaga diri dan jangan pernah menganggap enteng penyakit ini,” imbau Subuh.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Wilfreid H Purba mengimbau masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca, terutama untuk penyakit diare, ISPA, malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan lainnya.
“Menjaga pola hidup dan sanitasi di lingkungan perlu dilakukan. Sebab, kerugian ekonomi akibat buruknya sanitasi, diperkirakan mencapai Rp 33 triliun per tahun dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” jelas Wilfreid.
Menurut Wilfreid, Kemenkes sudah menggerakkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang memfokuskan pengelolaan hidup yang sehat. “Jika sanitasi baik, orang yang sakit tak perlu berobat lagi,”
Penyakit pernapasan ini bisa menimpa siapapun. Faktor polusi udara dalam ruangan, polusi luar ruangan, peningkatan suhu bumi dan kelembaban menjadi pemicu penyakit tersebut. Penyakit ini ditandai dengan batuk-batuk, kesulitan bernapas yang berujung pada kematian.
Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) H M Subuh mengatakan, perubahan iklim saat ini perlu diwaspadai. Pencegahan harus dilakukan karena sangat rentan terkena penyakit pernapasan. Penyakit ini pun bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan terjadi pada bagian alveoli, yang mengakibatkan panas tinggi, batuk-batuk dan sulit bernapas.
“Jika sudah masuk ke bawah paru-paru (pneumonia), penyakit ini sulit ditangani. Gejala sesak dan susah napas, demam tinggi, dan kejang salah satu gejala terkena ISPA,” jelas Subuh dalam acara temu media mengenai Perubahan Iklim di Gedung Kemenkes, .
Menurut Subuh, penyakit ini akan terus menjadi trend sampai 30 tahun ke depan. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007-2011, sekitar 18 juta penduduk dilaporkan memiliki prevalensi penyakit ini. ”Penyakit ini akan cenderung meningkat saat pancaroba datang,” katanya.
Dia menjelaskan, penyakit ISPA dibedakan menjadi dua. Yaitu, common cold (pemicunya adalah virus rhinovirus, respiratory syncytial virus, adenovirus dan influenza yang dipicu oleh virus dengan berbagai tipe.
“Virus penyebab ISPA sangat menular. Jangan sampai diabaikan. Masyarakat perlu melakukan perilaku hidup sehat sejak dini dengan menjaga lingkungan, menjaga diri dan jangan pernah menganggap enteng penyakit ini,” imbau Subuh.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Wilfreid H Purba mengimbau masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca, terutama untuk penyakit diare, ISPA, malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan lainnya.
“Menjaga pola hidup dan sanitasi di lingkungan perlu dilakukan. Sebab, kerugian ekonomi akibat buruknya sanitasi, diperkirakan mencapai Rp 33 triliun per tahun dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” jelas Wilfreid.
Menurut Wilfreid, Kemenkes sudah menggerakkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang memfokuskan pengelolaan hidup yang sehat. “Jika sanitasi baik, orang yang sakit tak perlu berobat lagi,”
Jalan Rusak 6 Hari Macet
LIPAT KAIN (RP) - Akibat adanya lobang besar dan kondisi jalan yang
rusak parah, membuat di ruas jalan Pekanbaru-Teluk Kuantan Km 52/53 di
Desa Sei Lipai Kecamatan Gunung Sahilan, mengalami macet. Kondisi ini,
sudah berlangsung selama enam hari terakhir.
‘’Ini sudah hari keenam macet seperti ini, apalagi pada Sabtu dan Ahad membuat kondisi semakin macet,’’ ujar Kapolsek Kampar Kiri Kompol JM Sagala SE melalui Kanit Lantas Kampar kiri AKP WE Wahyudi kepada Riau Pos, Ahad (3/3).
Jalan ini menurutnya merupakan jalan provinsi dan juga jalan lintas utama dimana kendaraan yang melintasi jalan ini selain kendaaraan pribadi dan kendaraan penumpang umum, jalan ini juga dilewati kendaraan dengan beban berat seperti mobil truk mengangkut sawit, truk kayu dan sebagainya.
Rusaknya jalan mengakibatkan saat mobil truk melewaati lobang banyak di antara mobil itu yang terperosok, dan menimbulkan kemacetan sepanjang 10 Km. ‘’Hal pertama yang kita lakukan adalah mengatur lalu lintas untuk mengatasi kemacetan ini dan sejak kemerin dibantu langsung oleh masyarakat, kita mencoba menimbun lobang ini dengan pasir,’’ ujarnya.
Namun tentunya upaya ini tidak membantu banyak karena beban kendaraan yang berat membuat lobang muncul lagi. ‘’Untuk itu kita berharap pihak dinas terkait cepat mengatasi jalan ini, karena sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat,’’ ujarnya.
Kondisi jalan yang rusak dan berlobang ini memang sudah merata di Kampar dan sebagian besar memang jalan provinsi, ini juga terjadi di Tapung
‘’Ini sudah hari keenam macet seperti ini, apalagi pada Sabtu dan Ahad membuat kondisi semakin macet,’’ ujar Kapolsek Kampar Kiri Kompol JM Sagala SE melalui Kanit Lantas Kampar kiri AKP WE Wahyudi kepada Riau Pos, Ahad (3/3).
Jalan ini menurutnya merupakan jalan provinsi dan juga jalan lintas utama dimana kendaraan yang melintasi jalan ini selain kendaaraan pribadi dan kendaraan penumpang umum, jalan ini juga dilewati kendaraan dengan beban berat seperti mobil truk mengangkut sawit, truk kayu dan sebagainya.
Rusaknya jalan mengakibatkan saat mobil truk melewaati lobang banyak di antara mobil itu yang terperosok, dan menimbulkan kemacetan sepanjang 10 Km. ‘’Hal pertama yang kita lakukan adalah mengatur lalu lintas untuk mengatasi kemacetan ini dan sejak kemerin dibantu langsung oleh masyarakat, kita mencoba menimbun lobang ini dengan pasir,’’ ujarnya.
Namun tentunya upaya ini tidak membantu banyak karena beban kendaraan yang berat membuat lobang muncul lagi. ‘’Untuk itu kita berharap pihak dinas terkait cepat mengatasi jalan ini, karena sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat,’’ ujarnya.
Kondisi jalan yang rusak dan berlobang ini memang sudah merata di Kampar dan sebagian besar memang jalan provinsi, ini juga terjadi di Tapung
360 Pemuda Desa Ranah Akui Pengguna Narkoba, 9 Pengedar
Desa Ranah Kecamatan Kampar memang patut mendapat perhatian khusus,
karena desa ini memiliki pengguna Narkoba yang cukup besar, dari sekitar
2.700 penduduk, 500 orang di antaranya pemuda, dan 360 di antara pemuda
ini pengguna Narkoba, bahkan pengedar.
Laporan RINA DIANTI HASAN, Bangkinang
Namun berkat keterbukaan para pemuda ini dan orang tua serta kekompakan unsur masyarakat lainnya, para pengguna Narkoba ini mengaku ingin berubah. Mereka meminta agar BNN RI hingga ke BNK Kampar membantu mereka merehabilitasi dan memberikan pengalih agar mereka bisa meninggalkan benda haram tersebut.
Adalah Drs Hanafi, kepala SMK Airitis yang awalnya membuat kondisi ini terbuka, sebagai kepala sekolah ia merasa prihatin melihat perubahan perilaku beberapa muridnya, apalagi mereka tinggal sedesa dengannya dan masih ada kaitan keluarga. ‘’Saya mendekati mereka dengan gaya seorang teman, mereka saya ajak minum, makan makan dan disitu kami bicara. Saat saya tanya apakah mereka menggunakan Narkoba, mereka mengaku,’’ ujarnya kepada Riau Pos, Rabu (6/3), usai kegiatan dialog dengan BNN RI dan BNNP Riau di desa tersebut.
Prihatin dengan kondisi ini, Hanafi bekerja sama dengan ketua pemuda mengumpulkan pemuda dan pera pelajar, ini terjadi pada awal Februari 2013 yang lalu. Pada pertemuan pertama Hanafi berhasil mengumpulkan 75 orang pemuda dan mengajak mereka bicara. Hanafi kembali terkejut karena dari 75 orang pemuda dan remaja ini, 22 orang di antaranya mengaku sudah kecanduan Narkoba, saat itu Hanafi melakukan ters urine dan ternyata 22 orang remaja tersebut positif Narkoba.
Pekan selanjutnya, kembali Hanafi mengumpulkan para pemuda, dan lagi-lagi ia menemukan 75 orang pemuda ternyata positif pengguna Narkoba. Kondisi ini membuat Hanafi terpanggil untuk merubahnya. ‘’Mereka adalah anan-anak saya, anak-anak bangsa yang sebenarnya bisa berubah,’’ ujarnya.
Akhirnya bekerja sama dengan orang tua, tokoh adat dan tokoh masyarakat, Hanafi berkeliling desa mencari siapa lagi yang terlibat, dan ternyata 360 orang pemuda di desa itu mengaku dan terbukti Narkoba, bukan hanya itu 9 di antaranya adalah pengedar. Bahkan lima di antara pengguna ini harus dipasung.
Laporan RINA DIANTI HASAN, Bangkinang
Namun berkat keterbukaan para pemuda ini dan orang tua serta kekompakan unsur masyarakat lainnya, para pengguna Narkoba ini mengaku ingin berubah. Mereka meminta agar BNN RI hingga ke BNK Kampar membantu mereka merehabilitasi dan memberikan pengalih agar mereka bisa meninggalkan benda haram tersebut.
Adalah Drs Hanafi, kepala SMK Airitis yang awalnya membuat kondisi ini terbuka, sebagai kepala sekolah ia merasa prihatin melihat perubahan perilaku beberapa muridnya, apalagi mereka tinggal sedesa dengannya dan masih ada kaitan keluarga. ‘’Saya mendekati mereka dengan gaya seorang teman, mereka saya ajak minum, makan makan dan disitu kami bicara. Saat saya tanya apakah mereka menggunakan Narkoba, mereka mengaku,’’ ujarnya kepada Riau Pos, Rabu (6/3), usai kegiatan dialog dengan BNN RI dan BNNP Riau di desa tersebut.
Prihatin dengan kondisi ini, Hanafi bekerja sama dengan ketua pemuda mengumpulkan pemuda dan pera pelajar, ini terjadi pada awal Februari 2013 yang lalu. Pada pertemuan pertama Hanafi berhasil mengumpulkan 75 orang pemuda dan mengajak mereka bicara. Hanafi kembali terkejut karena dari 75 orang pemuda dan remaja ini, 22 orang di antaranya mengaku sudah kecanduan Narkoba, saat itu Hanafi melakukan ters urine dan ternyata 22 orang remaja tersebut positif Narkoba.
Pekan selanjutnya, kembali Hanafi mengumpulkan para pemuda, dan lagi-lagi ia menemukan 75 orang pemuda ternyata positif pengguna Narkoba. Kondisi ini membuat Hanafi terpanggil untuk merubahnya. ‘’Mereka adalah anan-anak saya, anak-anak bangsa yang sebenarnya bisa berubah,’’ ujarnya.
Akhirnya bekerja sama dengan orang tua, tokoh adat dan tokoh masyarakat, Hanafi berkeliling desa mencari siapa lagi yang terlibat, dan ternyata 360 orang pemuda di desa itu mengaku dan terbukti Narkoba, bukan hanya itu 9 di antaranya adalah pengedar. Bahkan lima di antara pengguna ini harus dipasung.
Pabrik Masa Depan Bertenaga Surya
Kelangkaan bahan bakar minyak makin marak terjadi. Kita tahu bahwa
minyak adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Penggunaannya yang terus menerus akan menyebabkan sisa cadangan minyak
di bumi akan habis.
Di Indonesia saja sisa cadangan minyak yang dimiliki kalau tidak salah menurut berita yang saya baca sekitar 1,9 milyar bareel yang hanya cukup untuk 8 tahun ke depan. Coba bayangkan jika penggunaan BBM terus meningkat dari tahun ke tahun, bukan tidak mungkin cadangan minyak yang dimiliki Indonesia akan habis kurang dari 8 tahun. Bukan rahasia umum lagi bahwa jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat terus bertambah pertahunnya. Ditambah lagi perekonomian Indonesia yang terus berkembang menyebabkan semakin banyak pembangunan pabrik – pabrik baru yang secara otomatis akan menambah daftar pengguna BBM.
Kita sadar akan hal itu. Tidak sedikit orang yang mulai berbena dan menciptakan ide-ide untuk menciptakan energi baru sebagai energi alternative untuk menanggulangi kelangkaan BBM, salah satunya adalah dengan memanfaatkan panas matahari sebagai sumber energyi Alat yang mengubah panas matahari menjadi panel sang surya. Penggunaan panel sang surya sudah lama digunakan dan terus dikembangkan, contohnya mobilbertenaga matahari dan lain sebagainya.
Lalu saya mulai berfikir dan saya punya ide untuk membangun sebuah pabrik bertenaga surya. Ide ini tidak langsung muncul di otakku saja. Berawal dari keinginan saya menjadi pengusaha dan saya sempat mengikuti kompetisi ide kreatif yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan rokok ternama di Indonesia, ide saya adalah membuat minuman seperti kopi namun berbahan dasar kedelai dan jagung yang saya beri nama COFFEE JAKE (Kopi Jagung Kedelai).
Ide yang saya ikut sertakan dalam kompetisi itu dengan judul “COFFEE JAKE, kopi sehat non kafein, selera Indonesia”. Sayang, saya gagal dalam kompetisi tersebut. Dalam tahap seleksi awal saya tidak lolos. Namun kegagalan saya itu justru membuat mimpi saya menjadi besar yaitu tidak hanya mengembangkan ide membuat produk minuman tapi juga membangun pabrik, tempat produksinya.
Pabrik Masa Depan Bertenaga Surya adalah mengedepankan penggunaan Energi Matahari sebagai energy utama untuk menggerakkan mesin. Saya berharap ini bukanlah sekedar konsep semata karena bisa dikembangkan dan perlu dikembangkan, khususnya di Indonesia yang notabene adalah sebuah negara yang beriklim tropis. Sangat berpotensi sekali untuk mengembangkannya apalagi disaat sekarang ini.
Pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah sembarangan, penebangan hutan secara liar, penggunaan BBM yang berlebihan dan terus menerus yang mengakibatkan pemanasan global karena adanya zat karbon yang terbuang yang dihasilkan dari asap kendaraan atau asap pabrik. Zat karbon sendiri dapat melubangi lapisan ozon di bumi. Lapisan ozon itulah yang melindungi manusia dari bahaya ultraviolet. Jika tidak diatasi maka akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia di bumi. Itu sebabnya mengapa suhu di bumi semakin meningkat hingga menyebabkan cuaca berubah-ubah.
Saya tahu untuk membangun pabrik dibutuhkan energi yang cukup besar disamping pembangunannya yang menelan biaya yang sangat besar. Akan tetapi jika penggunaan panel surya dalam skala kecil bisa menghasilkan energy yang cukup untuk menggerakkan mesin mobil, maka jika skalanya diperbesar bukankah akan menghasilkan daya energy yang besar pula bukan ?
Memang butuh waktu lama dalam proses pengembangannya. Tapi jika kita percaya dan yakin Indonesia pasti bisa! Bukankah Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya? Bukankah Indonesia memiliki banyak orang-orang yang berbakat dan jenius? Jika ide saya ini bisa direalisasikan maka akan berdampak positif untuk kemajuan Indonesia. Pertama, jika konsep ini diterapkan, maka akan menjadi pabrik pertama di Indonesia dan satu-satunya pabrik di dunia yang memanfaatkan matahari sebagai sumber energi dan akan menjadi pelopor untuk parik-pabrik lain di masa yang akan datang. Kedua sangat-sangat ramah lingkungan sehingga tidak akan menimbulkan polusi udara. Ketiga dapat memangkas biaya produksi hingga 50%. Dan yang terakhir akan mengurangi konsumsi BBM.
Tujuan saya menulis artikel ini karena saya ingin mengemukakan ide saya ini sekaligus menarik minat investor untuk bekerja sama dengan saya untuk mengembangkan konsep ini. Atau paling tidak bisa menggugah para pengusaha-pengusaha untuk menarapkan konsep ini. Terima kasih
Di Indonesia saja sisa cadangan minyak yang dimiliki kalau tidak salah menurut berita yang saya baca sekitar 1,9 milyar bareel yang hanya cukup untuk 8 tahun ke depan. Coba bayangkan jika penggunaan BBM terus meningkat dari tahun ke tahun, bukan tidak mungkin cadangan minyak yang dimiliki Indonesia akan habis kurang dari 8 tahun. Bukan rahasia umum lagi bahwa jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat terus bertambah pertahunnya. Ditambah lagi perekonomian Indonesia yang terus berkembang menyebabkan semakin banyak pembangunan pabrik – pabrik baru yang secara otomatis akan menambah daftar pengguna BBM.
Kita sadar akan hal itu. Tidak sedikit orang yang mulai berbena dan menciptakan ide-ide untuk menciptakan energi baru sebagai energi alternative untuk menanggulangi kelangkaan BBM, salah satunya adalah dengan memanfaatkan panas matahari sebagai sumber energyi Alat yang mengubah panas matahari menjadi panel sang surya. Penggunaan panel sang surya sudah lama digunakan dan terus dikembangkan, contohnya mobilbertenaga matahari dan lain sebagainya.
Lalu saya mulai berfikir dan saya punya ide untuk membangun sebuah pabrik bertenaga surya. Ide ini tidak langsung muncul di otakku saja. Berawal dari keinginan saya menjadi pengusaha dan saya sempat mengikuti kompetisi ide kreatif yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan rokok ternama di Indonesia, ide saya adalah membuat minuman seperti kopi namun berbahan dasar kedelai dan jagung yang saya beri nama COFFEE JAKE (Kopi Jagung Kedelai).
Ide yang saya ikut sertakan dalam kompetisi itu dengan judul “COFFEE JAKE, kopi sehat non kafein, selera Indonesia”. Sayang, saya gagal dalam kompetisi tersebut. Dalam tahap seleksi awal saya tidak lolos. Namun kegagalan saya itu justru membuat mimpi saya menjadi besar yaitu tidak hanya mengembangkan ide membuat produk minuman tapi juga membangun pabrik, tempat produksinya.
Pabrik Masa Depan Bertenaga Surya adalah mengedepankan penggunaan Energi Matahari sebagai energy utama untuk menggerakkan mesin. Saya berharap ini bukanlah sekedar konsep semata karena bisa dikembangkan dan perlu dikembangkan, khususnya di Indonesia yang notabene adalah sebuah negara yang beriklim tropis. Sangat berpotensi sekali untuk mengembangkannya apalagi disaat sekarang ini.
Pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah sembarangan, penebangan hutan secara liar, penggunaan BBM yang berlebihan dan terus menerus yang mengakibatkan pemanasan global karena adanya zat karbon yang terbuang yang dihasilkan dari asap kendaraan atau asap pabrik. Zat karbon sendiri dapat melubangi lapisan ozon di bumi. Lapisan ozon itulah yang melindungi manusia dari bahaya ultraviolet. Jika tidak diatasi maka akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia di bumi. Itu sebabnya mengapa suhu di bumi semakin meningkat hingga menyebabkan cuaca berubah-ubah.
Saya tahu untuk membangun pabrik dibutuhkan energi yang cukup besar disamping pembangunannya yang menelan biaya yang sangat besar. Akan tetapi jika penggunaan panel surya dalam skala kecil bisa menghasilkan energy yang cukup untuk menggerakkan mesin mobil, maka jika skalanya diperbesar bukankah akan menghasilkan daya energy yang besar pula bukan ?
Memang butuh waktu lama dalam proses pengembangannya. Tapi jika kita percaya dan yakin Indonesia pasti bisa! Bukankah Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya? Bukankah Indonesia memiliki banyak orang-orang yang berbakat dan jenius? Jika ide saya ini bisa direalisasikan maka akan berdampak positif untuk kemajuan Indonesia. Pertama, jika konsep ini diterapkan, maka akan menjadi pabrik pertama di Indonesia dan satu-satunya pabrik di dunia yang memanfaatkan matahari sebagai sumber energi dan akan menjadi pelopor untuk parik-pabrik lain di masa yang akan datang. Kedua sangat-sangat ramah lingkungan sehingga tidak akan menimbulkan polusi udara. Ketiga dapat memangkas biaya produksi hingga 50%. Dan yang terakhir akan mengurangi konsumsi BBM.
Tujuan saya menulis artikel ini karena saya ingin mengemukakan ide saya ini sekaligus menarik minat investor untuk bekerja sama dengan saya untuk mengembangkan konsep ini. Atau paling tidak bisa menggugah para pengusaha-pengusaha untuk menarapkan konsep ini. Terima kasih
Langganan:
Postingan (Atom)






